Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Untuk menunjang pembelajaran
khususnya di bidang Psikologi, Universitas Esa Unggul memfasilitasi
Fakultas Psikologi dengan sejumlah ruangan yang dipergunakan sebagai
Laboratorium. Fakultas Psikologi memiliki laboratorium yang terdiri dari
:
– Ruang Individual
– Ruang Klasikal
– Ruang Obervasi
– Ruang Individual
Ruang individual di fakultas psikologi berjumlah tiga ruang. Setiap
ruang dilengkapi dengan dua kursi, satu meja, dan kamera CCTV. Ruang
individual ini biasanya digunakan untuk konseling, tes individual, dan
praktikum mahasiswa seperti psikodiagnostik, wawancara, dan konseling.
– Ruang Klasikal
Suasana di Ruang Klasikal
Ruang klasikal di fakultas psikologi berjumlah satu ruang dengan
kapasitas 20 orang. Dalam ruang klasikal dilengkapi dengan 21 kursi dan
11 meja yang digunakan untuk 20 peserta dan satu tester. Selain itu juga
ada infokus beserta layar, papan tulis, kamera CCTV. Ruang klasikal
biasanya digunakan untuk sidang skripsi, praktikum psikodiagnostik
secara klasikal.
Ruang Klasikal
Mendengarkan melalui Audio Visual
Ruang observasi di fakultas psikologi berjumlah satu ruang,
dilengkapi dengan dua kursi dan satu meja, serta monitor audio visual
yang biasanya digunakan untuk praktikum mata kuliah observasi, selain
itu juga digunakan untuk mengamati klien ketika konseling (apabila
dibutuhkan).Dalam pelaksanaannya laboratorium di Fakultas Psikologi
bekerjasama dengan Pusat Layanan Psikologi (PLP) dalam proses konseling,
asesmen individual, asesmen karyawan Universitas Esa Unggul baik
internal maupun eksternal.
Suasana Ruang Obervasi
Selain itu juga melakukan kerjasama untuk melakukan asesmen di luar
Universitas seperti di Kementerian Ristek, Kementerian Lingkungan Hidup,
Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, AGD Dinkes, Putri
Indonesia, dll. Dalam proses asesmen Fakultas Psikologi juga melibatkan
mahasiswa untuk menjadi tester di lingkup Universitas Esa Unggul dan
menjadi scorer di lingkung asesmen luar Universitas.
Suasana di Ruangan Dikusi
Keterlibatan mahasiswa dalam proses asesmen tentunya melalui seleksi
dan training sesuai dengan standar PLP, antara lain mahir dalam
menggunakan alat tes baik menjadi tester maupun scorer, memegang teguh
kode etik psikologi, jujur, dapat bekerjasama dengan tim, dan dapat
bekerja dalam tekanan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar