Psychopostero 2018
Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, “Ada Apa Dalam Cinta”, begitulah tema
Psychopostero tahun ini yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas
Psikologi Universitas Esa Unggul. Psychopostero merupakan pekan
Psikologi yang diadakan mulai tanggal 2 hingga 4 Juli. Serangkaian
kegiatan pun dihelat guna memeriahkan acara Psychopostero diantaranya
Bazar, Seminar hingga Pertandingan Futsal antar Universitas dan Umum.
Ketua Panitia Acara Psychopostero Elfajri Yashirly menerangkan acara
ini didedikasikan untuk menutup Program Kerja BEM Psikologi angkatan
2017/2018. Diambilnya tema Ada Apa dalam Cinta dikarenakan Generasi
Milineal saat ini terutama yang berusia di antara 18 hingga 25 tahun
memiliki kisah cinta yang beragam. Untuk itu penting sekali bagi
generasi Milenial mengetahui cara memiliki hubungan cinta yang sehat dan
tidak menyalahi norma dan aturan.
Bazar Psycopostero
Berangkat dari isu isu yang banyak terjadi di sekitar kita, Elfajri
melanjutkan Remaja bahkan orang dewasa sering dihadapkan dengan masalah
percintaan, ada yg bisa melewatinya, tapi ada juga yang terperangkap di
permasalahannya itu Sehingga mempengaruhi psikologisnya. Oleh karena
itu, saya bersama teman-teman BEM mengangkat tema Ada Apa Dalam Cinta
yang isinya tentang apa sih cinta menurut pandangan Psikologi, bagaimana
mengetahui hubungan yang sehat dan yang tidak sehat seperti apa,
dampaknya apa untuk kedepannya. seluruh acara di Psychopostero dikemas
dengan tema yang ringan , karena semua orang pernah mengalami masalah
percintaan jadi related sama kehidupan sehari hari
“Seperti tema yang kita angkat saat ini, kami ingin mensosialisasikan
kepada generasi milineal terutama mahasiswa Esa Unggul bagaimana
memiliki hubungan yang baik antar individu, termasuk dengan pasangan.
Karena Edukasi ini sangat penting bagi anak muda yang menghadapi
permasalahan percintaan,” terangnya di Ballroom Aula Kemala beberapa
waktu yang lalu.
Seminar Bincang Mengenai Cinta
Sementara itu, dalam seminar yang dilaksanakan pada Senin (02/07)
kemarin menghadirkan salah satu pembicara ahli dibidang hubungan
percintaan dan Pernikahaan yakni Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi.,.
Dalam seminar yang berlangsung selama 3 jam tersebut, Sri Juwita
membahas fenomena percintaan yang banyak dialami oleh sejumlah generasi
milineal.
“Salah satu yang menjadi masalah percintaan digenerasi milineal saat
ini ialah pencitraan di media sosial. Dengan media sosial, saat ini anak
muda menginginkan segala hubungannya seperti yang banyak diupload di
Media Sosial, dengan maksud menerapkan Relationship Goals. Padahal semua
itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Keluarga,” ujarnya.
Sri Juwita pun menambahkan hal ini tidak terlepas dari keinginan kita
untuk memiliki kehidupan atau hubungan seperti yang tergambar di media
sosial-sosial orang lain. “Banyak dari kita terutama generasi milineal
yang tertipu dengan sejumlah konten di media sosial entah dari
selebriti, artis ataupun Influencer yang memperlihatkan kebahagian
sebuah hubungan sedangkan para anak muda tidak mengetahui hal apa saja
yang telah dilalui untuk mencapai sebuah hubungan yang bahagia tersebut
pastinya dilalui dengan air mata, berdarah-darah bahkan melalui sebuah
perjuangan,” ucapnya.
Suasana Saat Seminar Psycopostero
Juwita pun berpesan untuk para generasi milineal dalam menciptakan
hubungan yang sehat mereka mau mengubah pola pikir mereka terhadap
sebuah hubungan. Bagimana seharusnya interaksi hubungan antar individu
baik percintaan maupun pertemanaan itu dijalankan. Jangan sampai, kita
memaksakan hubungan kita seperti yang dijalnkan oleh orang lain dengan
maksud agar dapat dipamerkan dan terlihat bahagia.
“Jangan sampai kita terjebak dikhayalan-khayalan semu, karena ingin
menerapkan relationship goals yang sebetulnya bukanlah ajang untuk
ditiru. Kebahagiaan dalam sebuah hubungan bukanlah meniru hal-hal apa
saja yang pasangan lain lakukan, namun kebahagian dalam hubungan
percintaan maupun pertemanan dapat terwujud dari diri kita sendiri dan
pasangan kita, apa yang mau dilakukan untuk mewujudkan kebahagiaan
tersebut,” tutupnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar